renungan

Ranjau dalam kekristenan

Seseorang pernah bertanya, “manakah yang lebih penting, perubahan karakter yang menunjukkan pertobatan, atau keterlibatan secara kesibukan dalam melayani Tuhan?” sebenarnya kedua hal ini sama penting, kita jangan hanya mengutamakan yang satu, dan mengabaikan yang lainnya. Agar lebih jelas, mari kita melihatnya satu-persatu.

Perbuatan karakter, dalam Roma 12:1-2 dikatakan agar kita mampersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan berkenan kepada Allah. Diingatkan juga agar kita tidak menjadi serupa dengan dunia ini, melainkan mengalami perubahan melalui perbuatan budi. Pembaharuan budi berbicara mengenai perubahan tabiat, ahklak atau watak yang mempengaruhi perbuatan. Pengenalan akan Tuhan, pertama-tama akan mendorong kita untuk menyelaraskan kebiasaan dan sifat-sifat kita dengan firman-Nya. Dalam I Kor 6:9-10 Paulus mencatat ada 10 sifat yang dapat berakibat fatal bagi kita, yaitu tidak mendapat tempat dalam kerajaan Allah. Kebiasaan atau karakterburuk yang tidak dapat di ubah akan mendatangkan kebinasaan memang kita diselamatkan oleh iman, tatepi iman itu harus dinyatakan melalui sikap hidup yang selaras dengan Fiman-Nya.

Keterlibatan di dalam melayani Tuhan. Perkembahngan kerohaniaan seseorang dengan sendirinya akan membawanya pada keinginan untuk melakukan yang lebih lagi bagi Tuhan dan pekerjaan-Nya. Tugas peberitaan Injil dan pelayanan di letakkan di pundak orang percaya. Kita mengorbankan banyak hal seperti waktu, tenaga, pikiran, dan kesenangan kita untuk berkarya bagi Tuhan dan bagi kerajaan-Nya. Semua yang sudah kita lakukan ini, akan menentukan upah kita kelak di dalam kerajaan Allah. Letak perbedaan keduannya menjadi jelas. Mengubah karakter buruk, berpengaruh pada keselamatan kita; sedangkan melayani atau tidak, akan mempengaruhi upah kita. banyak orang Kristen yang terjebak dalam ketidak seimbangan antara keduanya. Yang umum terjadi, kita berpikir bahwa keterlibatan di dalam melayani pekerjaan Tuhan, itulah yang lebih berkenan kepada-Nya, sehingga kita mengabaikan perubahan karakter dan kesucian hidup. Kita menjadi orang-orang Kristen yang agamawi, orang melihat kita sebagai sosok yang rohani karena selalu terlibat dalam kegiatan rohani, padahal sikap hidup kita sehari-hari tidak mencerminkan sebuah perubahan karakter yang Tuhan harapkan. Kita seumpama seorang anak yang bekerja keras untuk dapat memberikan hadiah-hadiah dalam bentuk materi kepada ayah kita, namun sikap dan tinggkah laku kita menyakiti hatinya. Hanya menekankan sisi yang satu dan mengabaikan sisi yang lainnya merupakan “ Ranjau ” yang bisa menjebak dan merugikan kita. kita harus belajar menyeimbangkan keduanya menunjukkan hasil pertobatan dalam bentuk perubahan karakter, dan juga menunjukkan kasi yang semakin besar kepada Tuhan dengan mulai ambil bagian dalam melayani. Kelak kita tidak akan mengalami kerugian.

One response

3 04 2009
antiokhia

ayo mana komen nya…hati2 ma ranjau nie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: